Jeju Island part. II

Ini adalah cerita saya tentang Jeju Island ke dua.
Hari kedua, setelah trekking, saya dan rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat. Capek banget! Sore harinya, saya dan teman sekamar saya pergi kepantai untuk menikmati desir pasir di padang tandus, eh, desiran angin pantai. Laut di pulau ini sangat asin. Lebih asin daripada laut-laut di Indonesia. Yang menarik lagi adalah pantai di Jeju Island akan surut pada siang hari dan naik kembali di malam hari di mana hal itu sangat terlihat jelas dengan mata telanjang. Tidak seperti di Indonesia yang pasang surut air lautnya tidak terlalu terlihat.

Selesai bersantai-santai ria di pantai, kami melanjutkan perjalanan menuju restoran yang jaraknya tidak begitu jauh dari pantai. Menu saat itu adalah PORK BBQ!!!! Enak, lezat dan berkolesterol tinggi tentunya. Maaf teman, tidak dari kalian semua dapat menikmatinya. Tapi sekali seumur idup boleh dicoba koq. enak lho
! hahaha..*iblis mode on.*

Satu hal yang tidak habis pikir tentang Jeju Island sampai saat saya menulis cerita ini adalah CHANNEL PORNO. Gila, ada sebuah situs yang bener-bener menampilkan adegan ‘panas luar biasa’ sepanjang hari. Namanya SpiceTV. Lambangnya seperti kelinci di majalah Playboy. Itu adalah hal tergila yang pernah saya temukan selama saya berpergian. Saluran televisi yang mempertontonkan adegan *maaf* making love, oral sex, gay, lesbian, naked dan masturbasi. Dan itu adalah hal terparah yang pernah saya tonton. *Hiks, padahal sebelumnya saya belum pernah sama sekali nonton film seperti itu.
Alhasil, saya ketawa-ketawa saja mendengar ah oh ah oh yang menjijikan. Ada sedikit rasa penasaran namun akhirnya iman ini mengalahkan nafsu, tuh.*Once again, i’m the winner.
Saya langsung mengganti saluran televisi tersebut dan menonton saluran yang lain. Hahaha, Jeju Island bisa dikatakan sebagai pulau yang fenomenal. Menyediakan segalanya dengan lengkap. Di kala Depkominfo lagu jor-joran untuk menghabisi keberadaan situs porno, Jeju Island malah memberikan fasilitas sangat memadai kepada para penikmat seks. Hahahaha…*perbedaan yang aneh.

Published in: on July 5, 2009 at 6:22 am  Leave a Comment  

Jeju Island part. I

Tanggal 2 Juli 2009, saya bersama rombongan AISS 2009 (Ajou International Summer School 2009) pergi ke Jeju Island. Pulau yang terletak di selatan Korea Selatan. Perjalanan memakan waktu 2 jam. Satu jam dari kampus menuju Bandara Gimpo dan 1 jam dari Bandara Gimpo menuju Jeju Island. Dengan menggunakan jeju Air, kami sampai sekitar pukul 13.00 waktu Korea. Dari Bandara Jeju, saya bersama rombongan bertolak menuju sebuah kuil Buddha. Kuilnya bisa dikatakan besar dan mewah karena baru kali ini saya melihat kuil seperti yang saya lihat di Jeju. Di kuil itu ada sebuah kolam air seperti gentong yang dipercaya sebagai tempat Air Kekuatan. Jika kita meminum airnya, kita akan dapat kekuatan yang luar biasa. *Hahaha,,,kalo saya sih ga percaya. Saya punya TUHAN yang masih mampu memberi kekuatan lebih besar daripada air itu.* Di kawasan kuil itu, banyak tumbuh pohon jeruk. Satu hal yang unik adalah acap kali jeruk berbuah, mereka akan berbuah pada tempat yang sama. Hal itu adalah sesuatu yang jarang terjadi dan saya beruntung bisa melihat buah yang mengalami peristiwa tersebut.

Perjalanan selanjutnya menuju sebuah kawasan pantai dengan karang lava yang membentuk hexagonal. Peristiwa alam yang unik tapi bagi saya, hal itu tidak terlalu menarik karena keindahan pantai berlava hexagonal itu masih kalah jauh dengan Karang Bolong yang ada di Tanah Lot, Bali. Ombaknya yang besar pun masih kalah dahsyat dengan ombak yang muncul di Pangandaran atau Pantai Selatan Jawa.

Dua perjalanan tersebut memakan waktu hingga menjelang makan malam. White House (nama sebuah restoran) dipilih sebagai tempat kami mengenyangkan perut. Sejauh ini, White House adalah tempat makan favorit saya karena lokasinya yang tepat menghadap pantai dan saat itu, matahari mulai malu-malu memancarkan sinarnya dan tenggelam di balik awan. Indah sekali!!! Makanannya pun cukup nikmat karena hanya di tempat itulah saya dapat merasakan kembali Western food. *Hahaha…I love western food! Saya mencoba cream spaghetti. Meskipun demikian, cream spaghettinya pun masih kalah enak dengan cream spaghetti buatan Teh Nisa, senior saya di kampus.

Setelah makan malam, saya bersama rombongan menuju penginapan. Namanya adalah Ocean Grand Hotel, Jeju. Tempatnya bagus dan nyaman. Fasilitasnya pun sudah cukup baik dengan AC, tv kabel, kamar mandi yang cukup luas, tempat tidur twin yang besar, air panas, dan balkon yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh. Pemandangannya yang langsung menjulang ke laut menambah nilai plus bagi hotel ini.

Sesampainya di hotel, hal yang terpikir dalam benak saya adalah…TIDUR! Dan karena hal tersebut, saya tidak dapat melihat fireworks dan kumpul-kumpul bersama teman-teman yang ternyata masih melek sampai jam 3 pagi.*emang dasar anak muda! Eniwei, i think i was still the winner karena keesokan harinya, kami melakukan trekking di salah satu bagian dari Gunung Halla, gunung tertinggi di Korea Selatan. *Saya agak kaget ketika mendengar bahwa Gunung Hall adalah gunung tertinggi se-Korea Selatan. Tingginya hanya 1950 meter! Hihihi,,bandingan dengan Gunung Jayawijaya atau Bromo. Eniwei, ini adalah hal yang paling menyebalkan selama di Jeju. Kami haru berjalan sekitar 5 kilometer ajaaaaaa… Apabila kaki ini memiliki mulut, mungkin mereka sudah berteriak-teriak minta tolong saat itu. Mana mendaki, panas, bau ee sapi, ditambah lagi ga ada hal menarik yang bisa dilihat. Cuma pohon, pohon, dan pohon! Tapi, pengalaman ini sangat berharga. Kami tolong menolong satu sama lain. Bisa dikatakan di sinilah semua peserta pertukaran pelajar ini merasa dekat satu dengan yang lainnya. That was cool!!!DSCN2776

Published in: on July 4, 2009 at 3:14 pm  Leave a Comment  

Sparkling Korea!

Wow, this is my first time writing the story about my life outside Indonesia! It’s perfect guys! Hari Jumat lalu, tepatnya tanggal 26 Juni 2009, I took off to Singapore. Menghabiskan waktu selama dua hari untuk mengadakan rapat keberangkatan *gaya banget rapatnya di Singapore* dan nostalgia dengan negara itu. Ada beberapa hal yang membuat saya senang dan ada pula kenangan yang membuat saya sekejap termenung. Saya suka Singapore. Banyak hal yang membuat negara tersebut sungguh eksotis dan mempesona! Karena hal itu, akhisnya saya memutuskan akan selalu pergi ke Singapore terlebih dahulu untuk melakukan penerbangan internasional, except ASEAN.

Ketika saya datang, Singapore sedang mengadakan sale gede-gedean! Saya teringat dengan tante saya, Anna, yang pasti akan memborong semua barang-barang di sana.*secara emang doyan banget belanja.:) Piss aunty!* Parfum, fashion, souvenir, watches, sampe hotel semuanya di diskon! Saya saja yang memiliki ekonomi tiarap berbinar-binar melihat betapa murahnya barang-barang yang ditawarkan. Namun, apa daya, kantong ini harus di rem karena perjalanan saya masih selama 2 bulan. Hiks…

Tanggal 28 Juni, saya bertolak ke Seoul, Korea Selatan. Dari bandara super mewah Singapore, Changi Airport, saya menuju Xiamen, China untuk transit sesaat. Dari Xiamen, saya lanjutkan ke Beijing, China. Di sini, saya kembali terpesona dengan bandaranya. Huah, geda banget. Beijing Airport punya tempat yang super duper luas. Percaya ga percaya, airpotnya seluas Stadion Senayan!! Itu belum ditambah dengan landasan pacu pesawat dan taman airport yang ga kalah luas. Dari lantai hingga atap airport, bisa terhitung sekitar 20-40 meter. Sumpah, luaaasss banget! Di dalamnya pun cukup modern meskipun tidak se-fenomenal Changi Airport.

Pukul 21.50 waktu Seoul, saya tiba di Incheon Airport. Namun, saya tidak terlalu memperhatikan bandaranya karena saya bersama empat kurcaci lainnya berusaha mengejar bis terakhir menuju Suwon, kota di mana saya akan tinggal. Lari-larian, nabrak orang, lupa ngisi boarding pass, sampe salah masuk bis telah saya alami bersama teman-teman saya. Tapi, untunglah saya bisa sampai tepat waktu! Fiuh!

Inilah awal saya mengawali hari-hari di Negeri Ginseng!
Wow, What a Sparkling Korea!

Published in: on July 1, 2009 at 3:03 pm  Leave a Comment  

Nge Babu!!!

Kalo ditanya, apa yang paling kamu harapkan ada di rumah ketika lo pulang, saya akan menjawab:

1. keluarga
2. makanan
3. PRT a.k.a. pembantu rumah tangga…

Hadoh, badan saya udah rontok semua neh gara-gara gada si mbak. Berasa mau patah. Udah ga pernah kerja bakti sejak lama, skrang harus menghadapi siksaan rumah. Nyapu, ngepel, nyuci, gosok, beuuuhh, bikin emosi meningkat, cing!

Bagi saya, pembantu adalah orang yang amat teramat penting setelah keluarga. *kalo pacar ada di nomor berapa ya? haha..* Mereka bisa ngeberesin rumah dan membantu kita dengan semangat 45. Keluarga saya punya mba yang okem. Dia paling ga bisa kerja kalo ga ada cowo. Hahahaha…
Saban di tanya, ‘mba, semangat amat lo hari ini?’ pasti dia nge jawab. ‘kaan udah dibeliin pulsa sama cowo aku di kampung.hihihi…’ ato ga ‘kan mas roni (pacarnya di kota.red) mau dateng malem minggu nanti…’
Beuh, okem dah. Biar PRT, dia punya laki 2 biji, cing. Katanya buat jaga-jaga. Kalo yang di kampung ninggalin dia, masih ada yang di kota. Hahahaha…emang dasar gelo dah nih PRT.

Di rumah saya, si ‘mba’ ga dibedain lho. *contoh nii…hehehe..
Kita nganggep dia keluarga dan ga dibuat layaknya budak. Ga kayak ‘tetangga’ kita itu yang demen banget nyiksa PRT. *Heiiii, ‘tetangga’, ga ada mereka pasti ga bakal idup lo!!! Hahahaha…

Kita menghargai mereka banget dan buat agar mereka betah. Kalo sampe mereka ga betah, keluarga saya udah kelabakan deh nyari yang baru. Secara nyari pembantu sekarang susyahnya setengah idup.

Tapi, adakalanya juga kita patut kesal dengan dia. Kalo ngerjain sesuatu, suka ga nyadar diri. Meskipun dia ngelakuin semuanya dengan sepenuh hati dan pasti bersih, barang-barang di rumah terkadang banyak yang ancur. Beuh, mama saya kemaren baru marah-marah karena tutup pancinya pecah. Hahahahaha…

Yah, tapi mau gimana lagi. Daripada tiap hari harus nge babu? Males gilaaa!!!

PS: Buat para PRT, di dalam dan luar negeri, terima kasih ya udah ngebantuin kami. Yang punya majikan sangar dan jahat, bersabar ya. Setiap kerjaan pasti punya risiko. Banyak berdoa ya…
Buat yang punya majikan gaul dan baik, hey…harus tetep kerja giat yaaa…

Published in: on June 18, 2009 at 9:07 am  Comments (1)  

BUAT ANAK BARU!!! HAHAHAHA…LUMAYAN LAH…

Ini adalah salah satu bahan buat PHI 1. Bagi teman-teman yang ingin membuat sesuatu hal yang berkaitan dengan Hubungan Internasional, bahasan di bawah ini bisa dijadikan sebuah sumber yang valid lho… So, jangan pusing lah ya dengan PHI 1. Easy koq… Nothing’s Impossible when you have a willingness to try to do ur best. Okeh2…

Di dalam Hubungan Internasional, bukan saja terdapat apa yang disebut dengan world politics atau isu-isu, tetapi juga hal-hal yang telah menjadi dasar atau fondasi dalam membangun istilah hubungan internasional itu sendiri. Konsep-konsep dan teori yang telah dibangun dalam ranah keilmuan ini telah menjadi salah satu sorotan bagi para pakar politik ataupun sejenisnya. Alat yang membawa ilmu hubungan internasional dan pemahaman akan politik dunia ke arah yang lebih rumit. Di bawah ini, akan dijelaskan beberapa konsep yang telah ada dalam hubungan internasional dan penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan konsep-konsep tersebut.

POWER
Secara singkat, power dalam hubungan antarnegara dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan negara untuk mengontrol, atau setidaknya mempengaruhi, negara lain atau sebuah pengeluaran akan sebuah event. Dalam hal ini, ada dua hal penting yang harus diperhatikan, internal dan eksternal. Dimensi internal mencocokannya pada pengertian kamus dari power sebagai sebuah kapasitas dalam melakukan sesuatu. Sedangkan dimensi eksternal cocok pada definisi kamus dari power sebagai sebuah kapasitas untuk mengatur kelakuan dari manusia, untuk mempertahankan pelaksanaan sesuatu.
Power sendiri adalah konsep utama yang dikemukakan oleh kaum realis. Sejumlah kaum realis memahami power sebagai jumlah atau hasil dari militer, ekonomi, teknologi, hubungan diplomatik dan kemampuan lainnya dalam pengaturan negara. Kaum realis menganggap bahwa power ada untuk menjaga keamanan dalam negaranya, khususnya bidang keamanan, dengan tujuan untuk mencapai atau mempertahankan atau meningkatkan kepentingan nasionalnya saja.
Keberadaan konsep power dalam sistem internasional telah menuntut setiap negara untuk meningkatkan terus eksistensi mereka dalam dunia internasional. Dari sini, akan muncul hubungan power dalam sistem internasional yang menjadikan awal mula terbentuknya sistem polar atau kutub dalam politik dunia.
Ada empat tipe dari sistem polar ini. Pertama, unipolar system yang mengedepankan sebuah konsep dari adanya kekuatan satu negara yang tidak tertandingi dan pada akhirnya menciptakan hegemoninya di seluruh dunia. Kedua, bipolar system. Layaknya dua kalajengking yang ditempatkan dalam satu botol, konsep bipolar ini pun hampir sama dengan analogi tersebut. Kedua kalajengking akan saling beradu satu sama lain dan pada akhirnya akan ada salah satu dari mereka yang akan muncul sebagai pemenang. Hal tersebut juga terjadi antara negara-negara yang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Contoh kejadian bipolar ini terjadi pada masa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Ketiga, tripolar system di mana satu negara muncul di tengah-tengah dua negara untuk mencegah terjadinya sebuah hubungan diplomatik karena dirasa akan menimbulkan ketidakuntungan yang besar bagi negara pencegah maupun negara lainnya. Dan keempat adalah multipolar di mana banyak negara-negara dengan power yang besar melakukan tindakan untuk berlomba menjadi pusat kutub.

SECURITY
Konsep ini muncul setelah konsep power itu sendiri muncul. Security atau keamanan adalah sesuatu yang menjadi tempat pertahanan bagi suatu negara untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya. Kaum realis, seperti yang telah disebutkan, adalah kaum yang paling menjunjung tinggi konsep keamanan ini. Bagi mereka, negara adalah aktor paling penting karena negaralah yang menjaga kedaulatan mereka. Perhatian khusus pada konsep anarkhi telah membuat kaum ini benar-benar menginginkan sebuah kekuasaan mutlak terhadap negara.
Namun ternyata, fakta telah berkata lain. ’Anarkhi’ yang telah mereka junjung tinggi itu telah menjadi bumerang bagi kaum ini. Konsep yang mengusung keadaan kacau itu didaulat sebagai penyebab ketidakamanan dunia. Di sinilah kaum realis harus memutar otak untuk memunculkan konsep baru, yang akhirnya berujung pada kemunculan aliansi dan memunculkan konsep liberalisme, kerja sama, walaupun tidak secara sempurna diimplementasikan.
Militer menjadi fondasi utama dalam konsep keamanan ini. Peningkatan yang dilakukan di bidang ini akan menimbulkan sebuah keadaan security dillema bagi setiap negara yang akhirnya berujung pada perlombaan senjata yang dilakukan.

PEACE DAN JUSTICE
Sekarang ini, kita dalam posisi yang sulit dalam pemikiran bahwa keadilan adalah sesuatu yang vital, tetapi tidak menjadi suatu kepastian bagaimana membuang keadilan dari ketidakadilan dalam karakter kita, institusi atau aksi, atau dalam dunia secara global.
Masalah dalam ketidakpastian fundamental ini telah meninspirasikan refleksi para filsuf tentang keadilan, sama seperti topik lainnya. Apa yang dimaksud dengan keadilan secara pasti, dan apakah keadilan menuntut setiap individu dan masyarakat, ada di antara pertanyaan-pertanyaan filosofis yang paling tua dan paling diperdebatkan.
Dapat digambarkan bahwa keadilan sebagai sebuah bentuk properti manusia. Sumber keadilan yang dipikirkan mungkin ditujukan untuk menjadi harmoni, tanggapan tentang Tuhan, hukum alam, atau kreativitas manusia, atau hal itu mungkin dipikirkan dengan tujuan untuk menjadi sesuatu yang subordinatif kepada sebuah etika standar yang lebih terpusat.
Keadilan dalam politik merupakan konsep yang banyak diperdebatkan. Perdebatan terkenal dari kemunculan konsep ini adalah perbedaan pendapat dari dua orang filsuf terkenal yaitu Rawls dan Nozick. Yang diperdebatkan adalah mengenai masalah yang sering muncul tentang pengertian keadilan. Pertama Rawls menulis A Theory of Justice (1971) kemudian Nozick menulis Anarchies, State and Utopia (1974). Dalam bukunya, Rawls menganalisis pembentukan masyarakat sebagai salah satu bentuk dari keadilan dari kerjasama sosial. Dalam analisisnya, keadilan menurut Rawls memiliki dua dasar yang diutamakan yang pertama menjadi prioritas yang kedua. Dasar yang pertama adalah semua orang mempunyai hak dalam keadilan dan yang kedua adalah hak-hak keadilan dalam sosial dan ekonomi akan diatur oleh negara, agar semuanya mendapatkan keadilan yang sesuai. Pandangan ini kemudian dinamakan Keadilan Distributif. Prinsipnya adalah memberikan keadilan pada seseorang sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat dan kemampuan yang dimilikinya. Pandangan inilah yang membuat Nozick mengecam pendapat Rawls. Menurut Nozick, hak-hak dalam masyarakat tidak dapat dipisahkan karena masyarakat pasti akan selalu berinteraksi. Tidak seharusnya hak-hak warga negara dipisah dan dibedakan. Semuanya harus memiliki hak yang sama. Sedangkan di sisi lain, negara sebagai penentu keadilan terkesan membatasi warganya untuk dapat mengeksplorasi dirinya sebagai akibat dari pembatasan hak sesuai kedudukannya.
Pandangan Rawls dan Nozick memiliki perbedaan. Dalam melihat kedudukan individu, Rawls menginginkan bahwa keadilan didistribusikan agar tidak terjadi ketimpangan sosial sedangkan Nozick menilai keadilan tersebut secara individualistik dan bahwa manusia seharusnya diberi kebebasan dalam keadilan tersebut. Menurut Nozick, yang paling utama adalah hak-hak individu. Di sinilah Nozick lebih mengutamakan pandangannya akan hak individu di mana ketika negara ikut campur ke dalamnya, maka hak-hak individu itu akan berkurang.
Dalam hubungan internasional, keadilan sangat dibutuhkan disegala bidang. hubungan internasional yang berhubungan dengan setiap individu yang ada. Seluruh dunia menggunakan justice atau keadilan sebagai salah satu upaya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban dunia. Dari sini, dapat diambil contoh dari setiap permasalahan internasional yang terjadi sekarang ini. Tak ada lagi yang disebut dengan keadilan dan kedamaian. Di Darfur, Sudan, telah terjadi kekerasan yang telah merenggut banyak nyawa yang tidak bersalah. Darfur yang kini menjadi tempat paling horor dan paling berbahaya di dunia itu tidak lagi layak menjadi tempat hidup dan tumbuh berkembangnya suatu peradaban. Konflik intern yang sedang di hadapi Sudan sudah dapat dijadikan bukti bahwa di masa modern ini, masih saja banyak individu yang bersikap layaknya manusia primitif yang tidak lagi memikirkan apa risiko dan akibat yang akan diderita dari apa yang mereka lakukan.

Published in: on June 18, 2009 at 8:45 am  Leave a Comment  

BELI CIMORY!

Haduh, pusing neyh!
Banyak banget rencana yang akan dilakukan hingga beberapa minggu ke depan.*cuma curcol aja kq.

Eniwei, judulnya beli cimory gara-gara tadi gue beli cimory sampe 10 biji ditambah 2 botol susu. Sumpah ya, saya rekomendasikan sekali kalian yang emang susyah pup tiap hari. Beuh, yang minuman yang satu ini adalah salah satu cara paling ampuh buat melancarka pup mu yang keras. Lebih ampuh daripada Yakult ato Laksing!

Pengalaman saya, suatu malam saya minum Cimory ini (yang yoghurt) dengan amat nikmat. You know what happen then? Pagi-paginya perut saya mules luar biasa dan akhirnya memutuskan untuk ‘pup’ *meskipun saat itu saya udah terlambat*. Tapi, sumpah, lega banget. Leganya beda deh. Perut saya terasa lebih bersih dan badan ini terasa enteng.

Adik saya beda lagi. Dia minum cimory jam 7 malem dan harus melakukan ‘ritual’ kamar mandi tersebut jam 1 pagi. Hahahaha,,,lagian centil banget!

Namun, tidak ada yang mengalahkan mama saya dalam meminum cimory. Dia minum dua botol sekaligus dengan risiko harus ‘pup’ di esok paginya dan menahan perut yang melintir-lintir hingga siang hari!

P.S.: Cimory dapat membuat ketagihan, perut mules, insomnia *karena bangun malem-malem buat pup, dan gangguan dompet dan waktu *buat beli cimory yg agak susah di cari.

Published in: on June 13, 2009 at 7:20 am  Comments (2)  

Come Back!

It's me, then?

It's me, then?

Walaaaaahh,,,,,,,lama beud ya saya tidak memposting tentang kehidupan saya di sini.  Sekilas melihat ke belakang, banyak kejadian yang telah terjadi dalam kehidupan saya. Mulai dari peringatan Hari Natal dan Tahun Baru pertama saya tanpa Ayah tercinta, Ulang tahun yang di kasih surprise sama temen2 saya di Bali, kehidupan saya yang membaik pascakematian Ayah dan Kakek saya, sampai kesempatan saya untuk pergi melang-lang buana. Hehe..

Mulai saat ini, saya akan mencoba terus mengupdate blog saya demi kepentingan para teman saya (dan fans saya) untuk mengetahui kehidupan sehari-hari saya. Hahaha…*pede banget ya gue*

Eniwei, welcome back, guys!!!

Published in: on June 12, 2009 at 11:56 am  Leave a Comment  

‘Black Tuesday’

18 November 2008, merupakan hari yang kelam buat keluarga ku. Opung  (kakek) satu-satunya dari keluarga papa pergi menghadap Bapa di Surga jam 17.05.

It was hard for us. Kejadian menyedihkan terjadi beruntun sejak bulan Oktober terus menerus hingga bulan ini. Aku harap, bulan depan dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang penuh sukacita.

Aku tahu Bapa sayang aku dan keluarga. Setelah sekian lama kami tak diuji, 2 bulan terakhir menjadi ujian yang paling berat.

Tapi aku selalu berhikmat bahwa adanya ujian itu menjadikan aku dan keluarga bisa ‘naik kelas’.

I believe God is working in my family.

Thanks for everythin, Jesus.

Published in: on November 28, 2008 at 2:31 am  Leave a Comment  

From Omni Medical Centre, I Pray…

2008 is a hard year for me.

After God called my daddy on Friday, October 10th, 2008, Now, my grandpa is  laying down on the bed.

I pray for him. Get well, grandpa.

Jesus is always beside you and He knows the best for you.

Published in: on November 15, 2008 at 5:31 am  Leave a Comment  

Tuhan ‘hanya’…

Well,,after long time, akhirnya akumenulis di sini lagi. Banyak hal yang dilewati selama sekian waktu.

Tanggal 10 Oktober 2008 lalu, papaku dipanggil Bapa di Surga.

Ternyata, Tuhan ‘hanya’ memberikan waktu 58 tahun padanya untuk mengarungi kehidupan ini.

Tuhan ‘hanya’ memberikan 20 tahun padanya untuk bisa merawat dan melihat aku bersama mama dan adik-adik.

Tuhan ‘hanya’ memberikan 5 tahun untuk dia bisa tetap bertahan di pesakitannya.

Tuhan ‘hanya’ memberikan waktu 2 1/2 tahun untuk melihat aku berjuang di kampus Jatinangor, Sumedang.

Tuhan ‘hanya’ memberikan waktu 3 hari untuk mempertahankan papa di dunia ketika masa krisisnya di rumah sakit.

Tuhan ‘hanya’ memberikan 2 hari saja untuk mengantarkan papa ke peristirahatannya yang terakhir.

Tuhan ‘hanya’ menganugerahkan 1 hari saja untuk merayakan penghiburan bagi keluarga saya.

Namun…

Tuhan ‘hanya’ butuh satu detik untuk membuatku kuat.

Tuhan ‘hanya’ butuh satu detik untuk mengembalikanku ke aktivitasku semula.

Tuhan ‘hanya’ butuh satu detik untuk mengembalikan senyum dan tawaku

Tuhan ‘hanya’ butuh satu detik untuk TETAP MEMBUATKU TAK BERPALING DARI – NYA

Thanks God for the amazing grace. I need You in my life.

Now, YOU are the only FATHER I have.

GUIDE ME WITH YOUR GRACE, DAD.

Published in: on November 15, 2008 at 4:45 am  Leave a Comment  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.